bank Syariah

Transaksi jasa-jasa syariah merupakan akad pelengkap diLembaga Keuangan Syari’ah.Akad-akad berbasis jasa yang biasanya digunakan untuk memfasilitasi kebutuhan nasabah akan jasa keuangan yang tidak bisa dilakukan sendiri oleh nasabah tersebut.Dalam operasional akuntansi transaksi jasa-jasa lembaga keuangan Islam harus menghindar dari riba, gharar dan maisir.Tujuan utama mendirikan lembaga keuangan Islam adalah untuk menunaikan perintah Allah dalam bidang ekonomi dan muamalat serta membebaskan masyarakat Islam dari kegiatan-kegiatan yang dilarang oleh agama Islam.

Didalam akuntansi transaksi jasa-jasa lembaga keuangan  dapat melakukan pelayanan jasa perbankan kepada para nasabahnya dengn mendapatkan imbalan berupa sewa atau keuntungan. Jasa perbankan tersebut natara lain       berupa:

1.      Sharf (Jual beli valuta asing), islam membolehkan jual beli valuta asing baik pada matauang yag sejenis mauoun yang tidak sejenis tetapi dengan ketentuan jual beli tersebut dilakukan dalam waktu yang sama (spot). Bank mengambil keuntungan dari jual beli valta     asing     ini.

2.      Ijarah (sewa), sebagaimana telah dielaskan seperi diatas bahwa Secara prinsip ijarah ini sama dengan jual beli, hanya saja yang menjadi objek adalah manfaatnya. Pada akhir masa sewanya dapat saja diperjanjian bahwa barang yang diambil manfaatnya salam mas sewa akan dijual belikan antara bank dan nasabahyang menyewa (Ijarah muntahhiyah bittamlik/sewa            yang     diikuti   dengan berpindahnya    kepemilikan)

3.      Pengiriman    uang (Transfer) antar bank dan  kliring Jasa transfer dan kliring sudah biasa diindustri perbankan. Jasa ini mempermudah transaksi yang dilakukan oleh pengguna (nasabah maupun bukan dengan bank lain. Atas jasa ini, bank mengenakan biaya tertentu sesuai ketentuan pihak bank sendiri

4.      Penggunaan  ATM    bersama dengan bank   lain Penggunaan ATM bersama dengan bank lain akan memudahkan baik nasabah bank tersebut maupun nasabah bank lain dalam melakukan transaksi-transaksi keuangan. Imbalan yang diterima bank biasanya berupa biaya pertransaksi.

5.      Pembayaran dan pembelian beberapa produk via bank. Ketersedian layanan yang memudahkan nasabah dalam berbagai kegiatan merupakan salah satu daya tarik bank. Saat ini, banyak bank yang telah bekerja sama dengan pihak lain dalam memberikan kemudahan pembayaran dan pembelian produk-produk tertentu, seperti pembayaran telepon, pajak, listrik, biaya sekolah, pembelian voucher telepon pra bayar, premi asuransi dan angsuran pinjaman / hutang. Dari transaksi ini, bank memperoleh keuntungan berupa tambahan likuiditas semu dan fee tertentu sesuai kesepakatan bank dengan pihak lain tersebut

Jasa-jasa Syariah Berbasis Imbalan.

1. Wadiah

Meletakkan sesuatu pada orang lain untuk dipelihara dan dijaga. Wadiah dibedakan menjadi 2 bagian:yakni; akad wadiah yah amanah memungkinkan nasabah menitipkan barang atau uang ke lembga keuangan syariah dimana LKS tidak diperkenankan memanfaatkan barang tersebut.  Sedangkan  wadiah yah dhamanah memungkinkan LKS memanfaatkan barang atau uang yang dititipkan.

Karakteristik :

  • Wadiah adalah titipan nasabah yang harus di jaga dan dikembalikan setiap saat
  • Wadiah di bagi atas wadiah yad-dhamanah dan wadiah yad-amanah
  • Penerima dapat diberikan imbalan atau bonus33 l

2. Qardh

Pemberian harta kepada orang lain yang dapat ditagih kembali dengan kata lain meminjamkan tanpa mengharap imbalan.

Karakteristik

  • Pinjaman qardh adalah penyediaan dana atau tagihan dana yang dapat di persamakan dengan berdasarkan persetujuan antara peminjam dan yang meminjamkan dan wajib untuk melunasinya
  • Bank syariah dapat juga menyalurkan dana qardh dalam bentuk qardhul haan
  • Sumber dana qardhul hasan berasal dari external dan interna

3. Sharf

Perjanjian jual beli suatu valuta dengan valua lainnya.

Karakteristik :

  • Akad jual beli suatu valuta dengan valuta lainnya dilakukan untuk tujuan lindung nnilai dan tidak dibenarkan untuk tujuan spekulatif

4. Hiwalah

Memindahkan hutang dari tanggungan orang yang berhutang menjadi tanggungan orang yang berkewajiban membyar hutang.

Karakteristik :

  • Pemindahan atau penagihan hak dan kewajiban, baik dalam bentuk pengalihan piutang maupun hutang,
  • Jasa pemindahan/penagihan dana dari satu entitas kepada entitas lainnya

5. Rahn

Menahan salah satu harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima. Adapun barang yang digadaikan wajib oleh nasabah harus memenuhi kreteria:

a)      Milik nasabah sendiri.

b)      Jelas ukuran, sifat dan nilainya.

c)      Dapat dikuasai namun tidak boleh dimanfaatkan oleh bank.

6. Kafalah

Jaminan yang diberikan oleh penanggung kepada pihak bank ketiga dalam rangka memenuhi kewajiban yang ditanggung apabila pihak yang ditanggung cidera janji.

Karakteristik :

  • Wakalah adalah akad pemberian jaminan yang diberikan olah kaafil kepada makful
  • Penjamin bertanggung jawab atas pemenuhan kembali suatu kewajiban yang menjadi hak penerima jaminan
  • Kafalah dapat digunakan untuk pemberian jasa bank, antara lain garansi bank, stan byL/C akseptasi dll

Dokumen makalah
Manajemen Perbankan Syariah
Program Diploma III Fakultas Ekonomi
Universitas Sriwijaya

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s