AKUNTANSI ZAKAT, INFAQ, DAN SHODAQOH

Posted: October 31, 2010 in makalah, Perbankan (Syariah dan Konvensional)
Tags: , , , , , , ,


1. Pengertian

Zakat, Infaq, dan Shodaqoh merupakan bagian dari kedermawanan dalam konteks masyarakat muslim.

  • Zakat merupakan kewajiban bagian setiap muslim yang mampu serta menjadi unsur dari rukun Islam
  • Infaq dan Shodaqoh merupakan wujud kecintaan hamba terhadap nikmat dari Allah SWT yang telah di berikan kepadanya sehingga seorang hamba rela menyisihkan sebagan haranya untuk kepentingan agama baik dalam rangka membantu sesama maupun perjuangan dakwah Islamiyah.

2. Konsep Pengeluaran Zakat

Zakat merupakan salah satu rukun islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi segalanya bagi tegaknya syariat islam. Oleh karena Itu Hukum zakat adalah wajib atas setiap muslim.

Macam-Macam Zakat :

–          Zakat Nafs(jiwa), atau zakat fitrah

–          Zakat Maal (harta)

3. Konsep pengeluaran Infaq dan Shadaqah

Jika Seseorang telah berzakat tetapi masih memiliki kelebihan harta, sangat dianjurkan untuk berinfak atau berseekah. Beberapa Keutamaan Infaq dan shadakah yang di sebut di dalam Al Qur’an antara lain :

–          Ciri utama orang yang bertaqwa

–          Ciri mukmin yang sungguh0sungguh imannya

–          Ciri mukmin yang mengharapkan keuntungan abadi

–          Berinfaq untuk melipat gandakan pahala di sisi Allah SWT

Pengelolaan dana Infaq dan sadaqah

Dalam  Pengelolaannya dana infaq dan shadaqah memisahkannya dengan dana zakat dengan tujuan untuk memisahkan sumberdan penggunaannya sehingga amanah dari masyarakat bisa di sampaikan secara sesuai dengan ketentuan syariah. Laporan keuangan yang disusun untuk memberikan informasi pengelolaan dana infaq paling tidak memberikan informasi tentang dari mana sumber dan infaq itu berasal.

Dalam prosesnya, pengolahan dana infaq dan shadaqah menggunakan sistem akuntansi dana seperti halnya zakat. Laporan keuangan yang disajikan antara lain memuat :

–          Sumber dana infaq dan shadaqah baik materil maupun non materil

–          Menyajikan informasi pemanfaatan dan pendayagunaan dana infaq dan shadaqah karena sifatnya lebih flexsible di bandingkan zakat.

4. Akuntansi Zakat, infaq dan Shodaqoh

a. Ruang lingkup

PSaK ini berlaku untuk amil yang menerima dan menyalurkan zakat infak dan shadaqah. Amil yang menerima dan menyallurkan zakat infaq dan  shadaqqah, yang selanjutnya dimaksudkan untuk mengumpulkan dan menyalurkan dana zakat infaq dan  shadaqqah

b. Definisi – definisi khusus

1.      Amil adalah entitas pengelola zakat yang pembentukannya diatur berdasarkan peraturan perundangan  untuk mengumpulkan dan menyalurkan zakat infaq dan  shadaqqah

2.      Dana amil adalah bagian amil atas dana zakat infaq dan  shadaqqah serta dana lain yang diperuntukkan bagi amil

3.      Dana infaq/sedekah adalah bagian non amil atas penerima infaq/seekah

4.      Dana zakat adalah bagian non amil dari penerima zakat

5.      Mustahiq adalah orang yang berhak menerima zakat

6.      Muzzaki adalah orang yang berhak membayar zakat

7.      Nisab adalah batas minimum harta yang harus dikeluarkan

c. Karakteristik

Zakat merupakan kewajiban syariah yang harus diserahkan oleh muzzaki kepada mustahiq baik melalui amil ataupun secara langsung, ketentuan zakat mengatur mengenai persyaratan nisab, haul, tairif zakat, dan peruntukannya. Infak/sedekah merupakan donasi baik ditentukan maupun tidak ditentukan peruntukannya oleh pemberi infaq/sedekah.  zakat infaq dan  shadaqqah yang diterima ole amil harus dikelola seuai dengan prinsip-prinsip syariah dan tata kelola yang baik.

d. Pengakukan dan pengukuran zakat

1.      Pengakuan awal

Penerimaan zakat diakui pada saat kas atau aset lainnya diterima, sedangkan zakat yang diterima dari muzaki diakui sbagai penambah dana zakat

2.      Pengukuran zakat pengakuan awal

Jika terjadi penurunan nilai aset zakat non kas, jumlah kerugian yang ditanggung harus di perlakukan sebagai pengurang dana zakat atau pengurang dana amil tergantung dari sebab terjadinya kerugian tersebut

3.      Penyaluran zakat

Zakat yang disalurkan kepada mustahiq diakui sebagai pengurang dana zakat

e. Pengakuan dan pengukuran Infaq/Sedekah

1.      Pengakuan awal

Infaq/sedekah yang diterima diakui sebagai dana Infaq/sedekah terikat atau tidak sesuai dengan tujuan pemberi Infaq/sedekah.

2.      Pengukuran sedekah pengaturan awala

Infaq/sedekah yang diterima dapat berupa kas atau aset non kas, yang diamanahkan untuk dikelola dinilai sesuai nilai wajar saat penerimaannya dan diakui sebagai aset tidak lancar Infaq/sedekah. Penyusutan dari aset tersebut dapat diperlakukan sebagai pemegang dana Infaq/sedekah terikat apabila penggunaan atau pengolaan aset tersebut sudah di tentukan oleh pemberi

3.      Penyaluran Infaq/sedekah

Penyaluran dana Infaq/sedekah diakui sebagai pengurang dana Infaq/sedekah sebesar umlah yang dikeluarkan.

f. Pengakuan dan pengukuran dana non halal

Penerimaan dana non halal adalah semua penerimaan dari kegiatan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah, antara lain penerimaan jasa giro atau bungan yang berasal dari bank konvensional, penerimaan dana non halal pada umumnya terjadi dalam kondisi darurat atau kondisi yang tidak diinginkan oleh entitas syariah karena secara prinsip dilarang

g. Penyajian dan pengungkapan zakat, infaq, dan shadaqah

Amil menyajikan dana zakat, infaq, dan shadaqah, dana amil, dan dana non halal secara terpisah dalam dalam neraca (laporan Keuangan).

Zakat

Amil Harus mengungkapkan hal-hal berikut , tetapi tidak terkait pada :

a.      Kebijakan penyaluran zakat

b.      Kebijakan pembagian dana amil dan dana non amil

c.       Metode penerimaan nilai wajar

d.      Rincian jumlah penyaluran dana zakat yang mencakup jumlah beban pengolaan dan jumlah dana yang diterima langsung mustahiq

Infaq/Sedekah

Amil harus mengungkapkan hal berukut, tetapi tidak terbatas pada :

a.      Metode penentuan nilai wajar yang digunakan untuk penerimaan sedekah berupa aset non kas

b.      Kebijakan pembagian antara amil dan non amil

c.       Kebijakan penyaluran Infaq/Sedekah

d.      Keberadaan dana infaq/sedekah yang tidak langsung disalurkan akan tetapi dikelola terlebih dahulu

e.      Hasil yang diperoleh adri pengolaan yang dimaksud diungkap secara terpisah

f.        Penggunaan dana infaq menjadi aset kelolaan

g.      Rincian jumlah penyaluran dana infaksedeka

h. Komponen laporan keuangan

1.      Neraca

2.      Laporan perubahan dana

3.      Laporan aset kelolaan

4.      Laporan arus kas

5.      Catatan atas laporan keuangan

dokumen makalah
Manajemen perbankan Syariah
Program Diploma III Fakultas Ekonomi
Unuversitas Sriwijaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s