Sayyid Mahmoud Taleghani

1911 – 9 September 1979

Sayyid Mahmoud Taleghani, adalah seseorang yang berasal dari Iran, dia merupakan salah satu Teolog reformis Muslim dan merupakan salah satu senior Syi’ah Ulama dari Iran. Taleghani adalah seorang pemimpin kontemporer dari revolusi Iran, dan pemimpin syi’ah Iran dalam gerakan perlawanan terhadap pro barat. Ia telah digambarkan sebagai slah satu wakil dari kumpulan ulama syi’ah yang memadukan antara syi’ah dengan marxis, dengan harapan agar dapat bersaing dengan gerakan-gerakan pendukung kaum muda selama tahun 1960-an sampai pada tahun 1970-an. Beliau memiliki pengaruh besar di Iran dengan memberikan pengajaran dan penafsiran ayat-ayat Al Qur’an. Sehingga sebagian besar Revolusioner Muslim adalah Murid-murid nya.

 

Biografi – Sayyid Mahmoud Taleghani

Sayyid Mahmoud Taleghani dilahirkan di sebuah keluarga religius di desa Gelyard dari Taleghan wilayah di bagian Utara Negara Iran. Ayahnya mengajarinya banyak tentang ilmu-ilmu islam sehingga pada akhirnya beliau pun melanjutkan studinya di QOM, belajar ilmu-ilmu tentang islam di Sekolah Razaviya dan Fayziya. Pada Tahun 1938 ia pergi ke Teheran untuk berkhotbah dan ceramah tentang islam dan ia pun di tangkap dan di penjarakan pada tahun berikutnya untuk menentang rezim Reza syah. Dari 1948 dan seterusnya ia kuliah di Hedayat Masjid di kota teheran. Ia bepergian ke luar negeri ke Yordania dan Mesir pada 1951 dan 1952, untuk Shu’oob-al-Moslemin Congress di kota Karachi, dan dua kali ke Yerusalem sebagai kepala delegasi Kongres tahunan Iran Islam di Quds. Ia mendukung Mohammed Mosaddeq sebagai nasionalisasi industri minyak. Setelah pada tahun 1953 Iran mengadakan kudeta yang menggulingkan Mossaedegh dan mengembalikan Syah, dan ia ditangkap.

Taleghan adalah seorang veteran dalam pergerakan melawan rezim Pahlevi. Beliau di penjarakan di dalam beberapa penjara selama puluhan tahun. Di dalam penjara ia bertemu dngan banyak orang seperti seorang pendeta muda, seorang ulama penengah, dan seorang pimpinan agama senior sebelum revolusi.  Selama di dalam tahanan beliau sangat suka berbicara tentang hak. Sehingga perilaku ini tercermin di dalam bukunya yang terkenal tentang ‘islam dan epemilikan’ ( malekiyat va islam ) yang menyatakan dukungan atas kepemilikan yang bersifat kolektif. Beliau membantu menemukan Gerakan Perlawanan Nasional pada tahun 1957 dan bersama-sama dengan Mehdi Bazargan ia mendirikan Gerakan Pembebasan Iran pada tahun 1961. Antara tahun 1964 dan 1978 ia menghabiskan waktu hampir satu dekade di penjara.

Meskipun tidak berpengaruh seperti Ayatullah Ruhollah Khomeini, Taleghani berperan penting dalam “membentuk gerakan gelombang” yang menuju Revolusi Iran dan dibawa kekuasaan Khomeini . Selama Revolusi Islam ia menjadi ketua “rahasia” Dewan Revolusi Iran. Ia juga merupakan Imam pertama untuk salat Jumat di Teheran setelah jatuhnya pemerintah sementara Iran.

Taleghani dikenal karena toleransi nya dan Khomeini berfungsi sebagai mediator dalam perselisihan dengan Kurdi dan kelompok-kelompok pembangkang lainnya.  Ia juga memiliki perbedaan dengan Khomeini, yang menyebabkan pemberontakkkan di antara mereka pada bulan April 1979. Untuk mengesahkan pengakuan, Taleghani kemudian memperingatkan melawan kembali kepada kelaliman.  Dua dari putra Taleghani ditangkap  oleh Garda revolusioner, tetapi ribuan pendukungnya berbaris di jalan-jalan sembari mendukung Taleghani, dan bersorak “Taleghani Anda adalah jiwa revolusi”  Khomeini dipanggil Taleghani ke Qom di mana ia diberi kritik parah setelah pers yang dipanggil dan diberitahu oleh Khomeini. Taleghani ada dengan kami dan dia menyesal atas apa yang terjadi. Khomeini tetap tidak merujuk kepadanya sebagai Ayatullah Taleghani.

Taleghani meninggal dunia beberapa bulan kemudian pada bulan September 1979. Kematian-Nya merupakan kesempatan besar untuk banyak orang  melihatnya dan banyak terjadi emosi dan konflik sebelum dan selama pemakaman,  dan  banyak terjadi perubahan untuk moderasi dan pemikiran progresif dalam revolusi.

Karya – Karya Sayyid Mahmoud Taleghani

  • Sebuah Cahaya Al Qur’an
  • Pendahuluan-penjelasan di Tanbih Al-Omah va Tanzih Al-Mellah
  • Islam dan Kepemilikan
  • Terjemahan jilid pertama Imam Ali bin Abi Thalib’s Book
  • Sebuah cahaya Nahj-ul-Balaq,
  • Otoritas dan Judicial Keputusan
  • Kebebasan dan Despotisme
  • Persatuan Pelajaran
  • Sebuah Pelajaran dari Alquran,
  • Hari dan Kuliah
  • Khotbah Shalat Jumat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s