Perkembangan GPGPU mengancam Processor Arsitektur X86

Posted: March 27, 2011 in Berita IT
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tahun ini banyak gebrakan baru yang mendorong perkembangan dunia komputer khususnya prosesor. Bila ditahun-tahun sebelumnya para produsen prosesor sibuk membuat arsitektur CPU x86 yang lebih cepat, powerfull, dsb maka tahun ini perkembangan CPU boleh jadi sebagai awal era super computing.

Mengapa saya bilang demikian ada banyak perkembangan yang menurut pengamatan saya merupakan era baru dalam dunia komputer. Perkembangan pertama dimulai dengan keluarnya prosesor terbaru AMD yaitu APU. AMD memang sudah sejak lama mengkamanyekan teknologi Fusion dan sekarang terjawab sudah dengan dikeluarkan APU.

Apa yang menarik dari APU ini???
Gagasan awal munculnya APU sebenarnya karena arsitektur CPU X86 yang memiliki keterbatasan. Banyak pihak beranggapan bahwa arsitektur CPU X86 yang sudah berpuluh-puluh tahun digunakan, sudah usang dan perlu diganti. Namun tentunya tidak mudah mengganti arsitektur CPU X86, microsoft sebagai raksasa software mensupport sepenuhnya CPU X86 sehingga selain prosesor X86 tidak bisa menggunakan microsoft. Selain itu Intel merupakan produsen prosesor yang mampu memimpin pasar sehingga sangat sulit untuk beralih ke platform lain.

AMD menyadari keterbatasan arsitektur X86 sejak lama dan bergabungnya AMD dan ATI menjadikan posisi AMD kuat. Perkembangan GPU sejak lama sudah mengungguli CPU dalam hal kemampuan komputasi parallel GPU memiliki bandwith yang lebih besar dari CPU hampir 2x lipat lebih. GPU sejatinya dibuat untuk memproses satu perkejaan secara parallel yaitu grafik. GPU tidak mampu mengerjakan perkerjaan heterogenius layaknya sebuah CPU.

Kemudian muncul pemikiran untuk memanfaatkan bandiwth GPU yang besar dan menjadi sia-sia saat tidak digunakan untuk gaming. AMD kemudian membuat sebuah projek untuk mengabungkan CPU dan GPU dalam satu chip. Pekerjaan yang bisa diselesaikan GPU seperti encoding, render grafis, dsb akan dikerjakan oleh GPU dan pekerjaan yang tidak dapat dikerjakan GPU akan dikerjakan oleh CPU. Hasil yang didapat berupa kenaikan perfoma yang cukup signifikan. Dengan memanfaatkan bandwith GPU untuk melakukan pekerjaan yang sifatnya homogen maka beban CPU menjadi berkurang. Keuntungan lainnya adalah kemampuan multitasking yang semakin meningkat, pengguna dapat mengerjakan pekerjaan officenya sambil merender grafis dengan lancar. Proses mulitask menjadi lebih lancar sebab pekerjaan render grafis dikerjakan oleh GPU dan pekerjaan office dikerjakan CPU sehingga CPU tidak banyak terbebani. AMD kemudian masih terus menyempurnakan proyek APU ini benefit yang ditawarkan adalah efisiensi dan hemat energi.

Apakah gabungan CPU dan GPU akan menjadi tren??
Jawabanya adalah iya. Nvidia sejak berselisih dengan intel sudah menyadari potensi dari GPU untuk menggantikan sebuah CPU. Nvidia mengajukan untuk membuat CPU X86 namun ditolak oleh intel. Rencana untuk membeli VIA yang notabene memiliki lisensi X86 untuk membuat CPU pun tidak bisa dilaksanakan, sebab intel berangapan lisensi x86 tidak dapat dipindah tangankan meskipun diakuisisi. Langkah ini menjegal nvidia untuk masuk ke industri CPU sekaligus digunakan intel untuk mempertahankan posisinya.

Nvidia tidak tinggal berhenti begitu saja. Melihat sainganya AMD yang telah terjun ke dunia GPGPU membuatnya harus melakukan inovasi agar tidak tertinggal. Terlepas dari masalah penjualan GPU yang saat ini pangsa pasarnya dikuasasi Radeon, Nvidia sudah memiliki proyek GPGPUnya. Langkah pertama yang dilakukan Nvidia adalah membuat bahasa pemograman OpenCL. Bahasa ini digunakan agar program-program komputer dapat dijalankan dengan GPU. Awalnya proyek OpenCL ini tertutup dan dikuasi oleh Nvidia, dukungan developer terhadap proyek ini kurang begitu bagus. Akhirnya Nvidia membuka source OpenCL dan mengajak AMD ikut dalam pengembanganya. Sejak saat itulah proyek ATI Stream miliki AMD mengalami perkembangan yang cukup bagus. Nvidia menggunakan proyek CUDA Physixnya yang diimplementasikan menggunakan OpenCL untuk dapat digunakan memproses program menggunakan GPU.

Nvidia kemudian bekerjasama dengan qualcomm yang merupakan produsen CPU ARM untuk smartphone. Kelihatanya agak aneh mendengarnya namun proyek ini merupakan sebuah jawaban Nvidia untuk melawan prosesor terbaru AMD. Nvidia mencoba menyuntikan GPU-nya kedalam prosesor ARM sehingga prosesor ARM memiliki kemampuan GPGPU layaknya AMD APU.

Apakah proyek Nvidia ini didukung oleh microsoft sebagai pengembang OS???
Inilah hal yang menarik dari gebrakan yang dilakukan Nvidia. Microsoft bertahun-tahun lamanya membuat OS untuk desktop komputer menggunakan arsitektur CPU X86. Namun kali ini Microsoft mengumumkan untuk membuat OS yang multiplatform. Windows 8 dikabarkan akan mensupport multiplatform, tidak hanya prosesor X86 saja namun juga prosesor ARM dan Cell. Kabar ini tentunya membuat nvidia semakin mulus melancarkan aksinya.

Kelak prosesor ARM Nvidia akan dapat menjalankan windows 8 layaknya prosesor X86. Bahkan microsoft pun telah mendemonstrasikan windows 7 dapat dijalankan dengan sebuah prosesor ARM

Keuntungan dari proyek2 tersebut

– AMD APU
Pada strategi terbarunya AMD membuat penamaan yang baru untuk prosesornya. Meskipun AMD menciptakan APU namun tidak begitu saja AMD meninggalkan platform X86. AMD tetap memproduksi prosesor X86 yang akan diberi nama bulldozer. Prosesor ini ditujukan untuk kalangan gaming sekaligus untuk bersaing dengan sandy bridge. Sementara untuk segmen low end seperti office serta segmen multimedia seperti untuk keperluan video editing, 3d animasi,dsb AMD memberikan prosesor APU-nya. Prosesor ini nantinya akan memiliki 4 buah core inti dan sebuah GPU seri 6xxx. Seri yang beredar sekarang adalah ontario C-30 dan C-50 serta zacate E-350. Keduanya lebih ditujukan untuk perangkat mobile dengan jumlah inti core 2 buah untuk E-350 dan GPU 6350. Seri pertama ini setara dengan intel atom dan kemampuan grafisnya lebih bagus dari pada core i5. Benefit yang ditujukan ke pengguna adalah kemampuan mengolah HD Content dengan daya rendah.

Microsoft sudah menunjuk AMD untuk mengembangkan API-nya (Direct X), ini adalah keuntungan tersendiri bagi AMD. DX 11 memungkinkan penggunaan Direct Compute yang dari awal sudah dirancang untuk mendayagunakan GPU dalam prosesor komputerisasi. Dukungan microsoft terhadap proyek ini ditandai juga dengan penggunaan GPU Accelarator pada Internet explorer 9. Adanya GPU accelator ini sangat membantu APU AMD untuk berkeja maksimal.

AMD bekerja sama dengan beberapa perusahaan developer app multimedia kabarnya sudah ada 50 developer yang akan memanfaatkan teknologi APU ini dalam softwarenya. Developer tersebut antara lain adobe, arch media, Cyberlink, dll sehingga ke depan akan banyak aplikasi multimedia yang mensupport penggunaan APU. Hal ini tidak lepas dari peran microsoft yang memberikan kepercayaan kepada AMD dalam pengembangan API Microsoft (Direct X).

– Nvidia ARM
Penggunaan prosesor ARM milik Nvidia akan memberikan perlawan dari nvidia untuk AMD. Dampak perlawanan ini tentunya akan menimbulkan persaingan dan meminimalkan adanya monopoli. Dukungan microsoft terhadap prosesor ARM juga menjadi tanda awal dimulainya kebangkitan prosesor ARM Nvidia ini. Di sisi lain Nvidia dapat masuk ke industri perangkat mobile seperti smart phone, dimana nantinya vendor smartphone akan menggunakan prosesor ARM Nvidia yang tentunya akan memberikan pengalaman baru bagi para pengguna smart phone. Dengan menggunakna prosesor ARM Nvidia ke dalam smart phone, nantinya smartphone dapat digunakan untuk bermain game 3d lebih nyaman serta memperbanyak dukungan terhadap content High Definition

– Microsoft multiplatform
Menurut saya alasan kenapa microsoft memutuskan untuk multi platform adalah serangan OS Smartphone seperti android dan iphone. Dengan membuat OS yang multiplatform microsoft akan lebih mudah mengembangkan OSnya untuk perangkat smartphone maupun tablet. Microsoft tidak perlu membuat ulang OS untuk perangkat smartphone dan tablet namun cukup menggunakan OS windows 8 dengan sedikit penyesuaian saja.

Lalu apa dampaknya bagi CPU X86?
1. Adanya Prosesor APU milik AMD dapat mengancam keberadaan prosesor X86. Bila dikemudian hari developer software dapat mengoptimalkan penggunaan GPU dalam aplikasi mereka maka bukan tidak mungkin prosesor X86 mulai ditinggalkan.
2. Nvidia ARM dan Multiplatform yang ditawarkan microsoft memberikan peluang bagi prosesor platform lain seperti ARM dan Cell untuk menggunakan windows. Selama ini kita tidak dapat membandingkan kemampuan prosesor ARM dan Cell dengan CPU X86 karena platform OS yang berbeda. Multiplatform yang ditawarkan windows pengguna akan dapat melihat dan membandingkan masing-masing platform CPU tersebut.

apakah CPU X86 akan digantikan dengan platform baru???? Untuk menjawabnya kita perlu melihat rencana apa yang akan dilakukan intel. Sepengetahuan saya intel saat ini belum memiliki GPU yang cukup powerfull untuk menyaingi GPU AMD dan Nvidia. Bisa jadi ada proyek terselebung, who knows??

Yang jelas mau tidak mau suka tidak suka, intel harus segera beralih dari platform X86. Kompetitor sudah mulai berubah dan developer aplikasi pun sudah mulai menggunakan platform baru.

Perkembangan semacam ini menarik bagi saya, dalam beberapa tahun terakhir tidak banyak perubahan yang terjadi dan sekarang mulai tampak perkembangan era komputer ke arah yang lebih baik.

diktus
@koc2.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s